Buku adalah pengusung peradaban
Tanpa buku sejarah diam, sastra bungkam, sains lumpuh, pemikiran macet.
Buku adalah mesin perubahan, jendela dunia, “mercu suar” seperti kata seorang penyair, “yang dipancangkan di samudera waktu”.
[Barbara Tuchman, 1989]
Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus
Posted on | Kamis, 27 Januari 2011 | No Comments
Membawa kembang berkarang
Mawar merah dan melati putih
Darah dan suci.
Kau tebarkan depanku
Serta pandang yang memastikan: Untukmu.
Mawar merah dan melati putih
Darah dan suci.
Kau tebarkan depanku
Serta pandang yang memastikan: Untukmu.
Sudah itu kita sama termangu
Saling bertanya: Apakah ini?
Cinta? Keduanya tak mengerti.
Sehari itu kita bersama. Tak hampir-menghampiri.
Ah! Hatiku yang tak mau memberi
Mampus kau dikoyak-koyak sepi.
chairil Anwar, 1943
Sia-sia, itulah judul dari sajak diatas, puisi yang yang menggambarkan tentang cinta yang tak saling dimengerti [may be,. (^^,) ]
Category:
chairil anwar,
puisi
Mengenai Saya
Categories
- chairil anwar (1)
- Dan Brown (1)
- fiksi (3)
- gunawan muhammad (1)
- imajinatif (1)
- inspiratif (5)
- islami (3)
- john shors (1)
- jurnalisme (1)
- motifasi (1)
- novel (5)
- otobiografi (1)
- psikologi (1)
- puisi (1)
- sejarah (2)

